Live dari studio kami
Studio dengan dukungan IT, breakout discussion, polling, dan screen sharing, supaya kelas online tetap terasa seperti kelas.

Kami tidak menawarkan one size fits all training. Setiap program dirakit setelah Training Need Analysis, dengan komposisi 60 persen praktik dan 40 persen teori.
Setiap kebutuhan training diawali Training Need Analysis, supaya perusahaan tahu persis gap kompetensi mana yang sedang dibiayai.
Kami duduk bersama pemilik masalahnya, bukan hanya dengan HR.
Observasi atau survey, wawancara, kuisioner, dan FGD.
Membandingkan kompetensi yang ada dengan yang dibutuhkan.
Silabus dan materi training ditulis untuk kasus Anda, bukan template.
Pre-test dan post-test, 60 persen diskusi, studi kasus, dan role play.
Catatan tertulis soal apa yang berubah dan apa yang perlu ditindaklanjuti.
“Custom training, based on your needs analysis. We don't offer one size fits all training.”
Studio dengan dukungan IT, breakout discussion, polling, dan screen sharing, supaya kelas online tetap terasa seperti kelas.

Role play, exercise kelompok, dan studi kasus dari data perusahaan Anda, dipandu fasilitator yang pernah menjalankan posisi yang diajarkan.

Daftar di bawah adalah modul yang paling sering diminta. Isi akhirnya selalu mengikuti hasil Training Need Analysis.
Sebutkan posisi, jumlah peserta, dan target yang dikejar. Kami kirimkan silabus dan rencana analisa kebutuhan.